Bisnis Travel

Netizen Butuh Healing! Inilah Alternatif Ide Bisnis Travel

Banyak artis asal Indonesia yang menjalankan bisnis travel Umroh, mulai dari Zaskia Sunkar hingga Irfan Hakim. Bila kami menyarankan kamu untuk buat bisnis serupa, jelas itu klise!

Bisnis travel Umroh atau bahkan bisnis travel jasa angkut, membutuhkan modal, waktu serta tenaga yang tidak cukup banyak, jelas bukan untuk pemula.

Bisnis terkait travel sebenarnya tidak sesempit dua tema bisnis di atas, melainkan cukup luas ke berbagai tema lainnya.

Jadi, dalam artikel kali ini, kami urutkan untukmu, ide alternatif bisnis travel dari modal yang terendah hingga yang tertinggi di bawah ini! Beserta estimasi anggarannya!

1. Freelance Travel Content Creator

Ide bisnis satu ini banyak disebut sebagai Pekerja Kreatif, atau belakangan lebih familiar dikaitkan dengan istilah Influencer.

Dimana, jasa dan layanan sangat terkait dengan media sosial milik perorangan atau sebuah company. Umumnya ada dua layanan yang diberikan, yakni:

  • Brand Promotion, sebuah jasa untuk mempromosikan suatu produk dari merek tertentu di media sosial milikmu
  • Content Production, sebuah jasa untuk membuat content (foto atau video dan format lainnya) tapi tidak serta merta bertanggung jawab untuk mempromosikannya di media sosial

Tentunya, seluruh layanan yang ada terkait dalam tema Traveling, meski tidak menutup kemungkinan meluas pada tema lainnya.

Langkah awal yang perlu diperhatikan adalah membangun endgagement di media sosial milikmu, dengan mengunggah posting-an yang menarik. Meski pada tahap awal, tidak serta merta bisa kamu langsung tawarkan, jasa yang kamu miliki.

Adapun dua format yang paling sering jadi output dari usaha ini, yakni foto dan video. Tentu mengharuskan kamu memiliki perlengkapan yang memadai, meski pada tahap awal kamu bisa manfaatkan gadget yang kamu miliki saat ini.

Untuk memaksimalkan dua output tersebut, kamu juga bisa memanfaatkan beragam tools online yang kini banyak ditawarkan secara gratis, pada berbagai situs.

Maka sebenarnya, bisa disimpulkan bahwa bentuk usaha ini hampir bisa dijalankan secara gratis, kecuali biaya awal untuk kamu traveling itu sendiri. Tentunya, bisa diasati dengan eksplorasi tempat dan beragam objek menarik di sekitar kamu tinggal.

Meski pada akhirnya, kamu akan mengalami kendala teknis karena keterbatasan peralatan, disanalah bukti bahwa bisnismu ini kian berkembang.

2. Bisnis Travel – Akomodasi

Sesering apa kamu dengar kata Staycation belakangan ini? Bila kamu sering mendengarnya sudah selayaknya kamu jadikan itu sebagai alasan untuk coba lini bisnis terkait akomodasi.

Akomodasi merupakan satu elemen penting dalam konteks Travel. Baik sebagai sarana singgah sementara, atau jadi tujuan singgah utama.

Meski terdengar ambisius, bila kamu telah memiliki sebuah rumah, baik milikmu pribadi atau keluargamu, tidak ada salahnya untuk mencoba menyewakannya.

Kini, banyak sekali platform yang menawarkan kemudahan untuk jadi mitra terkait jasa penyewaan tersebut. Beberapa nama seperti RedDors, OYO atau bahkan Airbnb jelas telah lama ada di Indonesia.

Sebuah sumber mengatakan bahwa rata-rata pendapatan dari Tuan Rumah (pemilik properti yang menyewakannya) atau juga disebut Host itu sebanyak 924$ atau setara dengan kuran lebih 12 juta rupiah, per-bulannya.

Dikutip dari situ Airbnb, ada 4 syarat mendasar yang harus kamu penuhi, yakni:

  • Bersikap responsif
  • Menyetujui permohonan pemesanan
  • menghindari membatalkan reservasi
  • menjaga nilai keseluruhan yang tinggi

Kamu juga harus menyiapkan beberapa Fasilitas Dasar, yakni:

  • Tisu toilet
  • Sabun (untuk tangan dan badan)
  • Satu handuk per tamu
  • Satu bantal per tamu
  • Seprai untuk setiap tempat tidur tamu

Tentunya, kamu harus pahami terlebih dahulu mengenai Peraturan dan Standar dari Airbnb. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa langsung daftar untuk menerima tamu melalui Airbnb disini.

Menariknya, kamu tidak harus menawarkan seluruh rumah atau properti milikmu untuk disewakan, kamu juga bisa menyewakannya sebagaian saja, atau bahkan untuk ruangan maupun kamar tertentu.

3. Bisnis Traveling Gear

Perlu kamu ketahui, bahwa traveling gear merupakan suatu barang yang bukan bersifat musiman, dan cenderung stabil penjualannya.

Omsetnya pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Baik itu sebelum atau pasca pandemi COVID-19 melanda, bahkan untuk beberapa merek, usai pandemi melanda tetap bertahan dan mengalami kenaikan keuntungan sebesar 25-30%.

Jelas, karena Indonesia diberkahi dengan landscape geografis yang indah dan beragam, pariwisata akan terus digemari.

Dari riset kecil yang kami lakukan di Tokopedia dengan keyword traveling, kami temui beberapa produk relevan yang terjual ribuan unit, diantaranya kursi lipat, ransel, peralatan shalatmedia penyimpanan portble dan beberapa item lainnya.

Harga unit-unit tersebut pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu, tak terlepas dengan beberapa produk premium yang harganya cenderung tinggi.

Inilah potensi yang menurut kami cukup long lasting untuk kamu ikut andil. Baik menjadi stockist langsung, atau bila budget kamu terbatas bisa diminimalisir dengan jadi reseller maupun dropshiper.

Sayangnya, di Tokopedia (baca Syarat dan Ketentuan) tidak tersedia layanan reseller atau internal dropshiping khusus, tetapi tenang saja kamu bisa memanfaatkan platform lain, yaitu dengan Fitur Katalog Saya dari Shopee!

Secara sederhana, Fitur Katalog Saya ialah sebuah sarana bagi para pengguna untuk membuat sebuah bisnis berbasis online yang bersifat layaknya reseller ataupun dropshipper.

Dimana, kamu sebagai penjual, dapat mempromosikan dan menjual beragam pilihan barang dan item yang tersedia disana, dengan atau tanpa membeli terlebih dahulu barang atau item tersebut.

Tentunya, kamu dapat menyesuaikan besaran dari keuntungan yang kamu harapkan. Karena dalam Fitur Katalog Kami tidak menampilkan harga dasar atau harga asli dari barang yang ada dalam Katalog-mu tersebut.

Cara Daftar Fitur Katalog Saya

  • Tugasmu pertama kali adalah untuk menemukan barang atau item yang terkait dengan Traveling Gear
  • Ada baiknya, kamu telah lakukan riset kecil, tentang calon pembeli (market) dari barang atau item tersebut. Contohnya: merek Aiger berbeda peminatnya dengan merek Naturehike, meski keduanya menjual outdoor traveling gear
  • Setelah barang yang diminati itu ketemu, kemudian lihatlah pada bagian pojok kanan atas, lalu ketuk Share
  • Lanjutkan dengan ketuk di bagian pojok kanan bawah, dan ketuklah Katalog
  • Selanjutnya, kamu dapat mengubah deskripsi atas barang atau item tersebut, tentunya kamu juga dapat menyesuaikan harga jual yang kamu harapkan
  • Akhiri dengan ketuk Daftar di Katalog
  • Maka, barang atau item yang kamu inginkan itu, telah berhasil masuk kedalam Fitur Katalog Saya

Kamu bisa segera bagikan Katalog Saya tersebut ke calon konsumenmu, dan nikmati keuntungannya! Untuk lebih lanjut pelajari fitur ini, silahkan clik disini!

Itulah beberapa ide alternatif bisnis travel yang mungkin belum terpikirkan olehmu. Tentunya, bagian tersulit ialah konsisten mempromosikan layanan dan produk yang kamu miliki. Serta memaksimalkan seluruh resources dan kreativitas untuk meningkatkan kualitas dari layanan dan produk yang kamu miliki.