Manajer Investasi

Yuk Kenalan Lebih Jauh Dengan Manajer Investasi!

Mulai banyak teman disekitarmu yang membicaraka trading saham? Apakah kamu tertarik atau penasaran dengan hal itu? Sebelum lebih jauh, baiknya sebagai pemula kamu kenalan dahulu dengan Manajer Investasi!

Karena tidak sedikit tentunya, kasus penipuan yang memanfaatkan kata “investasi” sebagai senjata mengelabui para korbannya.

Sebut saja, skema ponzi dengan dalih MLM, atau yang ramai belakangan terkait penipuan robot trading, yang keduanya jelas merugikan banyak pihak, secara finansial.

Maka dari itu, kamu harus kenalan dengan istilah Manajer Investasi, agar awal perjalanan investasimu berjalan dengan aman.

1. Apakah Manajer Investasi sama dengan Broker?

Tidak sembarang pihak bisa menyebut dan menempelkan istilah ini pada dirinya, karena definisi Manajer Investasi menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 24/POJK.04/2014 ialah:

Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan bila kamu membaca peraturan lebih lanjut, kamu juga akan mendapati adanya istilah Wakil Manajer Investasi, yang didefinisikan sebagai:

Orang perseorangan yang bertindak mewakili kepentingan Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi.

Nah, dari dua definisi tersebut, bisa kita sepakati bahwa Manajer Investasi bukanlah perorangan, melainkan pihak tertentu yang berbentuk sebuah badan usaha (perusahaan) yang diawasi aktivitasnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (click untuk daftar 96 Perusahaan yang teregulasi).

Jadi, bila kamu familiar dengan kata “broker“, kemungkinan besar itu merujuk pada Wakil Manajer Investasi, yang tentu segala aktivitasnya harus sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Bagaimana sih cara kerja Manajer Investasi?

 

Secara sederhana, sejumlah aset yang disetorkan oleh nasabah akan dikelola dan dialokasikan sejalan dengan return dan risk yang umumnya terlampir dalam sebuah bentuk atau instrumen investasi tertentu. Adapun, secara lebih mendetail ialah sebagai berikut:

Membuat dan memutuskan rekomendasi beli suatu instrumen investasi

Umumnya tugas yang diembannya ialah untuk membuat keputusan beli berdasarkan data dan analisa, baik berdasarkan fundamental maupun kondisi ekonomi global maupun nasional.

Keputusan beli tersebut pun akan ditindaklanjuti dengan didiversifikasi terlebih dahulu, instrumen apa yang paling minim risikonya dan menjanjikan growth yang signifikan.

Perlu diketahui, umumnya terdapat tiga bentuk instrumen investasi yang dikelola, yakni dalam bentuk obligasi, reksadana dan saham.

Membuat dan memutuskan rekomendasi jual suatu instrumen investasi

Perlu diingat, bahwa segala keputusan beli akan diikuti dengan dua hal, keuntungan dan kerugian. Maka, jelas keputusan untuk menjual didasarkan oleh batasan risiko kerugian, serta keuntungan.

Risiko kerugian, bisa disebabkan oleh banyak hal, terutama pada kondisi dan stabilitas ekonomi nasional maupun global.

Sedangkan dalam konteks reksadana saham risiko kerugian melekat pula pada performa dan sudut pandang technical analysis dari suatu emiten.

Melaporkan seluruh aktivitas terkait pengelolaan aset nasabah

Tugas selanjutnya ialah membuat laporan dan menyampaikan hasil investasi yang sudah dikelolanya. Laporan ini bisa dilihat melalui aplikasi Manajer Investasi yang Sobat Sikapi pilih. Misalnya, nilai unit rata-rata investasi, jumlah unit yang dimiliki, harga dan persentase keuntungan investasi.

Segala aktivitas terkait pengelolaan dana nasabah, selanjutnya akan dituangkan dalam laporan tertentu yang didalamnya umumnya berisikan informasi terkait instrumen investasi yang ditransaksikan, keuntungan dan kerugian yang didapatkan dan rentang waktu yang dibutuhkan dalam proses pengelolaan aset tersebut.

3. Bagaimana langkah untuk menentukan Manajer Investasi yang tepat?

Sudut pandang yang menarik, kami temui di kanal milik Doddy Bicara Investasi yang sedang membahas bagaimana cara yang tepat untuk memilih Manajer Investasi, dengan catatan: produk investasi Reksadana.

Dari video berdurasi kurang lebih 7 menit tersebut, beberapa poin yang kami dapat simpulkan ialah:

  • Kamu harus sadar bahwa semua investasi memiliki risiko
  • Kamu harus pahami, semakin tinggi pay out (keuntungan) yang ditawarkan, sejalan dengan tingginya risk (risiko) dari sebuah instrumen investasi
  • Kamu harus pahami tiap produk investasi memiliki probabilitas risiko-nya masing-masing, hanya ada Deposito yang dijamin oleh LPS dan Obligasi Negara (Ori dan Sukuk) yang risikonya mendekati 0%
  • Seluruh Perusahaan yang mengelola dana nasabah sangat amat mungkin mengalami pailit atau bermasalah, namun probabilitasnya kecil
  • Kamu harus berhati-hati pada Manajer Investasi yang menawarkan kepastian pay out atau bunga yang terlalu tinggi sehingga cenderung tidak rasional
  • Kamu harus berhati-hati pada Manajer Investasi yang di top holdings-nya berisikan nama emiten yang secara fundamental buruk atau technical-nya rentan akan manipulasi (saham gorengan)

Kami cantumkan pula refenresi tambahan bagi kamu, agar gambaran mengenai investasi bisa jadi lebih jelas, sehingga impianmu untuk cakap dalam konteks finansial lebih cepat tercapai, berikut videonya:

Tentunya, sebelum kamu terjun lebih lanjut ke dunia investasi, kamu harus sadari bahwa investasi hanyalah “kendaraan” untuk membantu kita sampai ke tujuan finansial secara “lebih cepat”.

Semakin “cepat” sebuah “kendaraan“, maka semakin berisiko pula perjalananmu dan dibutuhkan pula lebih banyak resources untuk mendapatkannya.

Demikianlah sekelumit pembahasan tentang beberapa aspek dari Manajer Investasi yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat!