Cara Hemat dalam Membelanjakan Uang Jajan: Prinsip 50/30/20

cara hemat dalam membelanjakan uang jajan

Bagaimana cara hemat dalam membelanjakan uang jajan? Bagai misteri yang tidak terpecahkan, pertanyaan demikian selalu menghantui manusia. Seakan, tidak ada cara hemat uang jajan yang benar-benar terbukti berhasil. Tapi apakah benar?

Tumbuhnya e-commerce beberapa tahun belakangan, tentu membantu banyak pihak. Sebagai pedagang, jelas berjualan kian mudah. Sebagai pembeli, mencari barang jadi kian mudah.

Tapi pada beberapa kesempatan, hasrat berbelanja tidaklah terbendung. Membuat pengeluaran menggunung, dan tabungan tidak lagi terpikirkan. Lantas, bagaimana cara menghemat uang jajan?


Cara Hemat Dalam Membelanjakan Uang Jajan: Prinsip 50/30/20

(via: Vecteezy.com)

Untuk sebagian orang berbelanja adalah kebutuhan, sedangkan bagi sebagian lainnya aktivitas itu dianggap ‘menyenangkan’.

Tidak ada yang salah dengan keduanya, selama ragam kebutuhan lainnya masih bisa tercukupi, dan terpenting masih mampu sisihkan sebagian uang untuk menabung.

Namun, kini ‘godaan’ muncul silih berganti, mulai dari hobi yang ‘mahal’, intensitas konser musik, gaya konsumsi kopi, dan ragam hal lainnya yang dikaitkan dengan kesulitan milenial dan masyarakat umum kesulitan untuk mengatur keuangannya.

Pada artikel kali ini, kami ingin bahas lebih dalam mengenai prinsip budgeting dalam konteks cara menghemat uang belanja, yaitu Prinsip 50/30/20.


1. Apa itu Prinsip 50/30/20?

(via: Vecteezy.com)

Secara sederhana, Prinsip 50/30/20 adalah metode perencanaan pengelolaan keuangan yang membagi seberapa banyak jumlah (uang) yang perlu disisihkan untuk menabung, dan biaya hidup selama sebulan.

Tujuan dari prinsip ini ada dua, yang pertama ialah menekan overspending (pembelanjaan berlebih), kedua ialah memiliki kapasitas untuk saving (menabung).

Meski tidak ada satu pihak yang secara jelas klaim mencetuskan prinsip ini, namun beberapa sumber mengatakan bahwa prinsip ini dibuat oleh mantan Senator US, yaitu  Elizabeth Warren, dalam buku miliknya berjudul The Ultimate Lifetime Money Plan (2005).

2. Bagaimana cara kerja Prinsip 50/30/20?

(via: Vecteezy.com)

Aturan sederhana dari prinsip ini ialah membagi penghasilanmu dalam sebulan, 50% untuk kebutuhan bulanan, 30% untuk hal-hal yang diinginkan, 20% untuk disimpan ke dalam tabungan.

Masalahnya, bagaimana cara menghemat uang jajan, bila tidak tahu mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan?

Kebutuhan bersifat mutlak, dan final. Bisa disebut dengan hal-hal operasional, untuk hidup selama sebulan.

Keinginan ialah segala hal yang sifatnya tambahan, dan terkait dengan emosionalitas tertentu (senang, nyaman, nikmat, dan lainnya).



3. Implementasi Prinsip 50/30/20

(via: Fultonbank.com)

Cara hemat dalam membelanjakan uang jajan dengan prinsip 50/30/20 ini menekankan komitmen dalam implementasinya. Serta rigid (jelas) dalam perhitungannya.

Karena bila tidak rigid, jumlah yang akan dialokasikan untuk kepentingan lainnya tidak akan jelas, dan muncul keinginan untuk mengecualikan, lalu mengarahkan pada sifat menyepelekan (komitmen rusak).

3. 1. Perhitungan pengeluaran bulanan

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum menerapkan ini ialah melakukan perhitungan pengeluaran bulanan.

Adapun hal yang perlu kamu hitung ialah hal-hal yang sifatnya mutlak harus dibayarakan atau terpenuhi, dan tidak bisa ditinggalkan:

  • Biaya transportasi (termasuk bensin, atau biaya transportasi umum)
  • Biaya makan (makan di luar rumah, selama bekerja)
  • Tagihan listrik dan air (mungkin juga tagihan biaya sewa tempat tinggal)
  • Kebutuhan rumah tangga (bahan makanan)
  • Tagihan kesehatan (BPJS, asuransi pribadi)
  • Tagihan komunikasi (Pulsa, dan mungkin WiFi)
    • Tambahan: Semua hal yang sifatnya dibutuhkan oleh anak, masuk dalam kategori ini (kebutuhan)

Kamu bisa tambahkan beberapa elemen lain, tapi harus memenuhi syarat yaitu sifatnya mutlak, harus dibayarakan atau terpenuhi, dan tidak bisa ditinggalkan.

Bila suatu hal tersebut tidak memenuhi syarat tersebut, maka hal tersebut masuk pada kategori keinginan, dan bukan kebutuhan.

Sedangkan dalam konteks keinginan, yang perlu kamu catat pengeluarannya selama sebulan adalah:

  • Segala bentuk rekreasi yang membutuhkan biaya langganan (platform streaming: Netflix, Spotify, dan lainnya)
  • Segala bentuk aktifitas yang membutuhkan biaya langganan (gym, private yoga, dan lainnya)
  • Segala hal terkait hobi (yang tidak memberikan penghasilan tambahan dalam sebulan)
  • Pembelian pakaian, make-up, aksesoris
  • Hang out (nongkrong)
  • Wisata

Bila kamu kesulitan dan merasa pusing untuk memisahkan mana yang berupa keinginan, dan mana yang berupa kebutuhan. Tanyakan ini pada dirimu sendiri:

Bila hal tersebut tidak kamu dapat, apakah hidupmu di bulan depan akan terhenti, atau terganggu?

Bila jawabannya iya, kemungkinan hal itu adalah kebutuhan, sedangkan bila jawabannya tidak, maka sudah pasti itu adalah keinginan.

3. 2. Alokasikan 50% penghasilan untuk kebutuhan

Mengapa cara hemat uang jajan yang pertama adalah mengalokasikan kebutuhan? Ingat, bahwa kebutuhan adalah hal mutlak.

Dimana bila hal itu tidak terpenuhi, atau terbayarkan, maka akan mengganggu keberlangsungan hidup selama sebulan.

Bila penghasilanmu adalah Rp 4.500.000, maka uang yang harus kamu sisihkan untuk kebutuhan adalah 50% dari jumlah tersebut, yaitu Rp 2.250.000.

  • Penting, ketika mencatat kebutuhan, hal utama yang harus kamu pertimbangkan adalah biaya transportasi, biaya sewa tempat tinggal, dan tagihan kesehatan (BPJS).  Tiga hal ini sifatnya krusial, dan rigid (jelas) besaran jumlah yang harus dibayarkan.

Bila biaya transportasi berupa bensin, harus ditetapkan besarannya juga. Bila tidak memungkinkan (terlalu fluktuatif besarannya), pertimbangkanlah untuk menggunakan transportasi umum, yang biayanya relatif lebih menetap.

  • Sedangkan biaya makanlistrik dan airkebutuhan rumah tangga, dan biaya komunikasi, masih dapat disesuaikan.
  • Dalam konteks makan, kamu bisa membuat bekal. Kebutuhan listrik dan air, masih bisa diminamilisir. Begitu pula biaya komunikasi.

3. 3. Alokasikan 20% penghasilan untuk menabung

Mengapa saving berada di urutan ke 2? Bila kita mengalokasikan keinginan terlebih dahulu, kamu akan merasa uangmu masih banyak. Sehingga, cenderung sembarangan untuk menabung.

Maka cara hemat dalam membelanjakan uang jajan, dalam hal ini membelanjakan penghasilanmu ialah mengalokasikan 20% untuk menabung terlebih dahulu.

Kembali pada contoh yang sebelumnya disebut, dimana penghasilanmu Rp 4.500.000, maka uang yang harus kamu sisihkan untuk menabung adalah Rp 900.000 tiap bulannya.

  • Pada bagian ini penting untuk tidak mengurangi besaran menabung, apapun alasannya. Karena, bila dikurangi, dengan alasan apapun maka akan muncul rasa ‘menyepelekan’ di bulan berikutnya.
  • Menabung disini, bisa diarahkan ke ragam instrumen investasi, yang rendah resiko, ada emasobligasireksadanaSedangkan sahamcrypto, dan pasar uang, cenderung lebih beresiko.

3. 4. Alokasikan 30% penghasilan untuk keinginan

Seperti yang sebelumnya telah kita hitung bersama, umumnya keinginan memiliki besaran yang tidak menetap, atau fluktuatif.

Mengapa ini diletakkan terakhir? karena keinginan sifatnya tambahan, maka bisa kita anggap poin ini adalah murni biaya ‘jajan‘ kamu selama sebulan.

Kembali pada contoh yang sebelumnya disebut, dimana penghasilanmu Rp 4.500.000, maka uang yang harus kamu sisihkan untuk keinginan adalah Rp 1.350.000 tiap bulannya.

  • Perlu diingat, bila poin pertama yaitu kebutuhan tidak bisa kamu penuhi, kamu harus ambil uang dari biaya keinginan kamu ini, dan bukan dari tabungan.
  • Kekurangan sangat mungkin terjadi, terutama bila muncul kebutuhan yang sifatnya mendadak, seperti biaya pengobatan, biaya kebutuhan anak, dan kebutuhan penting lainnya.
  • Bila biaya keinginan ini berlebih, sisa kelebihan itu bisa kamu masukkan ke dalam tabungan

4. Cicilan dalam Prinsip 50/30/20

(via: Akuntansi.uma.ac.id)

Terkadang, kita selalu bertanya-tanya bagaimana cara menghemat uang jajan, karena hampir tidak ada yang tersisa, karena tergerus oleh cicilan.

Cicilan dapat dimasukkan dalam kebutuhan, karena sifatnya adalah hutang. Bila itu berupa cicilan kendaraan (kendaraan pertama), maupun cicilan rumah (pertama), serta hutang keluarga (bila ada, dan tidak dapat ditangguhkan atau dihindari).

Tapi, cicilan kartu kredit masuk dalam kategori keinginan, bukan kebutuhan. Mengapa? Karena sesuai dengan namanya yaitu ‘fasilitas kredit’, maka sebenarnya, hal ini berupa tambahan, dan bisa ditolak.

Begitu pula dengan cicilan gadget, dalam konteks apapun, baik itu smartphonelaptopi dan lainnya. Karena, bisa dipastikan hal-hal tersebut, masih bisa ditangguhkan.

5. Prinsip 50/40/10

(via: Vecteezy.com)

Cara hemat dalam membelanjakan uang jajan dalam prinsip 50/40/10 adalah perluasan metode 50/30/20. Dimana, bagian yang diubah adalah besaran saving (menabung).

Dalam prinsip ini, besaran alokasi menabung sebesar 40% dari penghasilan kamu selama sebulan. Sedangkan, alokasi keinginan dipersempit hingga 10% dari penghasilan bulanan.

Cara menghemat uang belanja ini dapat dimungkinkan, bila kamu telah berhasil membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Serta telah memiliki kesadaran akan menabung yang baik.

Besaran kebutuhan harus menetap, karena meskipun kamu mendapat kenaikan gaji, kebutuhanmu tidak ikut naik. Bila pengeluaranmu naik, yang naik adalah gaya hidupmu, bukan kebutuhanmu.



Penutup

Demikianlah cara hemat dalam membelanjakan uang jajan atau penghasilanmu selama sebulan. Kami harap kamu bisa komitmen dengan tujuan utamamu yaitu ‘berhemat’. Dimana segala pembelanjaan yang hanya didasari ‘keinginan’, harus diminimalisir. Selamat mencoba!