Aplikasi Crypto

Rekomendasi 5 Aplikasi Crypto Lokal Terbaik Saat Ini

Binance ialah salah satu aplikasi Crypto yang kami gunakan saat ini, tentu kami tidak akan membahasnya sekarang, karena mungkin kamu sudah familiar dengan aplikasi tersebut. Kami yakin, kamu sedang cari aplikasi Crypto alternatif untuk menyimpan aset digital milikmu, betul?

Berkembangnya Cryptocurrency di Indonesia mungkin sejalan dengan berbagai fenomena yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Sebut saja mengenai NFT dari Ghozali Everyday, atau rilisnya Fatwa MUI tentang aset digital pada penghujung 2021.

Kesemua hal itu, dan tentunya faktor recovery dari Pandemi COVID-19 mengakibatkan minat akan investasi dengan return yang tinggi, atau upaya pengelolaan aset untuk menghadapi hal-hal tak terduga lainnya, jadi mulai banyak diperdalam oleh masyarakat di Indonesia.

Terlebih, belakangan ini banyak orang terkaya di Indonesia yang muncul ke permukaan, atau influencer bergelar “Sultan” yang menyulut hasrat “Kebebasan Finansial” para netizen.

Sehingga mulai melirik, instrumen apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa dari mereka ataupun kamu mulai melirik Cryptocurrency sebagai jawabannya. Lalu, platform apa yang kamu butuhkan untuk transaksikan aset digitalmu itu? Simak ulasannya dalam daftar berikut ini!

Disclaimer: seluruh isi dalam artikel ini bukanlah rekomendasi untuk aksi jual atau beli aset digital apapun dan atau menggunakan platform manapun. Adapun data yang dimasukkan dalam artikel ini, bersumber dari Kanal Youtube Ngomongin Uang pada video ini (2020), maka nilai dan angka yang ada mungkin tidak bersifat tetap dan mungkin berubah.

1. Indodax

Indodax ialah sebuah platform perdagangan jual-beli aset digital yang resmi dirilis semenjak 2014 lalu dalam layanan berbasis web di Bitcoin.co.id (laman dipindah ke Indodax.com), namun kini telah hadir dalam bentuk aplikasi-mobile baik untuk perangkat Android maupun perangkat iOS.

Dalam aplikasi ini, biaya penarikannya (Withdrawal) berkisar 0,5% dari setiap transaksi penarikan yang kamu lakukan. Sedangkan ketika melakukan pembelian (Taker), dikenai biaya sebesar 0,3% dari setiap pembelian yang akan kamu lakukan.

Melalui platform ini kamu dapat memperdagangkan sejumlah lebih dari 100 koin/token. Dilengkapi dengan fitur berupa Analisis Chart (Grafik), namun fitur Stoploss (Stop Limit) terbatas pada beberapa token/koin (BTC-IDR, BTC-ETH dan lainnya), sedangkan fitur Shortsell Option belum tersedia.

Pada sisi lain, selisih harga beli dan jual (Spread Harga) pada aplikasi ini persentasenya berkisar 0,00037%, pada beberapa token atau koin. Sedangkan pada lini kemanan, aplikasi ini telah mendapat skor 8 (Coingecko) dan skor 7,1 (Cer.live), dan telah menerapkan Google 2FA Authentification.

 

2. Tokocrypto

Tokocrypto ialah sebuah platform perdagangan aset digital yang dirasa cukup ambisius, dengan gebrakan awalnya yang meluncurkan TKO (sebuah proyek crypto pertama di Indonesia), yang bahkan kini telah diperdagangkan di Binance.

Aplikasi crypto yang satu ini juga melakukan ekspansi yang cukup luas dengan merilis banyak layanan, mulai dari TokoVerse (ekosistem blockchain), lalu ada T-Hub (komunitas crypto), TokoMall (platform NFT), TokoCare (pemanfaatan blockchain untuk CSR), serta TokoLabs (campaign percepetan terkait crypto di Indonesia).

Sedangkan untuk transaksi di aplikasi ini, kamu akan dikenai biaya penarikan (Withdrawal) sebesar Rp. 5600 dari tiap transaksi penarikan yang kamu lakukan. Sedangkan ketika melakukan pembelian (Taker), dikenai biaya sebesar 0,1% dari setiap pembelian yang akan kamu lakukan.

Melalui platform ini kamu dapat memperdagangkan sejumlah lebih dari 30 koin/token. Terlengkapi dengan fitur berupa Analisis Chart (Grafik), lalu fitur Stoploss (Stop Limit), maupun Shortsell Option.

Pada sisi lain, selisih harga beli dan jual (Spread Harga) pada aplikasi Crypto yang satu ini persentasenya berkisar 0,00000036%, pada beberapa token atau koin. Sedangkan pada lini kemanan, aplikasi ini telah mendapat skor 9,35  (merujuk pada skor Binance di Cer.live). Karena, Tokocrypto telah menjalin kerjasama Binance pada beberapa waktu lalu, dan telah menerapkan Google 2FA Authentification.

 

3. Rekeningku

Rekeningku ialah sebuah platform perdagangan aset digital, yang memberi klaim bahwa memiliki biaya layanan paling murah. Apakah benar? mari kita simak!

Dalam aplikasi ini, biaya penarikannya (Withdrawal) berkisar 0,75% dari setiap transaksi penarikan yang kamu lakukan. Sedangkan ketika melakukan pembelian (Taker), dikenai biaya sebesar 0,1% dari setiap pembelian yang akan kamu lakukan.

Melalui aplikasi Crypto yang satu ini kamu dapat memperdagangkan sejumlah lebih dari 40 koin/token. Dilengkapi dengan fitur Analisis Chart (Grafik), namun belum ada fitur Stoploss (Stop Limit) dan Shortsell Option.

Pada sisi lain, selisih harga beli dan jual (Spread Harga) pada aplikasi ini persentasenya berkisar 0,025%, pada beberapa token atau koin. Sedangkan di lini keamanan, aplikasi ini belum mendapat rating atau peninjauan dari situs maupun pihak ketiga lain, namun telah menerapkan Google 2FA Authentification.

4. Luno

Luno ialah salah satu platform perdagangan aset digital yang telah berdiri sejak dari 2013 lalu, usianya yang cukup matang memang dikarenakan telah berdiri di beberapa negara luar, sebelum akhirnya masuk ke Indonesia.

Ada kurang lebih 40 negara yang berpartisipasi dalam platform ini, mulai dari Amerika hingga Afrika. Mengusung keyakinan bahwa Bitcoin dan Ethereum akan mengubah nasib dunia, visi misi tersebut membuat Luno berani menyesuaikan layanannya ke masyarakat Indonesia. Lalu bagaimanakah layanannya secara garis besar?

Dalam aplikasi ini, biaya penarikannya (Withdrawal) berkisar Rp. 6500 dari tiap transaksi penarikan yang kamu lakukan. Sedangkan ketika melakukan pembelian (Taker), dikenai biaya sebesar 0,08 – 0,1% dari setiap pembelian yang akan kamu lakukan.

Melalui platform ini kamu dapat memperdagangkan sejumlah lebih dari 5 token koin/token. Dilengkapi dengan fitur Analisis Chart (Grafik), dan fitur Stoploss (Stop Limit), namun tidak ada fitur Shortsell Option.

Pada sisi lain, selisih harga beli dan jual (Spread Harga) pada aplikasi ini persentasenya berkisar 0,00036%, pada beberapa token atau koin. Sedangkan pada lini kemanan, aplikasi ini telah mendapat skor 7 (Coingecko) dan skor 3,95 (Cer.live), dan telah menerapkan Google 2FA Authentification.

5. Pintu

Pintu, selain punya nama dan logo yang unik, platform perdagangan aset digital yang satu ini cukup banyak diminati oleh kalangan muda serta penggiat crypto yang relatif masih baru. Apa alasannya? Simak berikut ini!

Dalam aplikasi ini, biaya penarikannya (Withdrawal) berkisar Rp. 4500 dari setiap transaksi penarikan yang kamu lakukan. Sedangkan ketika melakukan pembelian (Taker), kamu tidak dikenai biaya apapun (Rp 0).

Melalui platform ini kamu dapat memperdagangkan sejumlah lebih dari 10 koin/token. Sayangnya tidak dilengkapi fitur Analisis Chart (Grafik), Stoploss (Stop Limit) maupun Shortsell Option.

Pada sisi lain, selisih harga beli dan jual (Spread Harga) pada aplikasi ini persentasenya berkisar 0,53%, pada beberapa token atau koin. Sedangkan di lini keamanan, aplikasi ini belum mendapat rating atau peninjauan dari situs maupun pihak ketiga lain, dan hanya menerapkan penggunaan Kode OTP dalam mekanisme keamanannya.

Penutup

Aplikasi Crypto kian hari makin jumlah banyaknya, dan berkembang fiturnya. Mulai dari yang teregulasi di Indonesia, hingga yang statusnya “abu-abu“. Kamu perlu ingat bahwa segala aset digital dalam hal ini Cryptocurrency diawasi oleh Bappebti.

Investasi melalui aplikasi Crpto yang teregulasi, berarti kamu turut ikut serta dalam membangun negeri melalui pelaporan dan pembayarn pajak, sedangkan kepemilikan melalui aplikasi yang tidak teregulasi dianggap ilegal, dan statusnya dipertanyakan.

Terakhir, volatilitas pada market Cryptocurrency sangatlah tinggi, sama halnya dengan Forex. Penggunaan fasilitas margin diikuti dengan risiko yang sangat amat tinggi, dan begitu sebaliknya. Gunakanlah dengan bijak dan sesuaikan dengan kemampuan finansialmu kini.